Sabtu, 09 April 2011

fikih nilai tentang shalat


Nama : leni herlina
Nim    : 1210 600 051
Kelas  : II B-psikologi
1.      Pengertian shalat
Shalat adalah salah satu ibadah yang merupakan dialog langsung antara seorang hamba dengan Allah
“sungguh aku ini Allah tiada tuhan selain Aku maka sembahlah Aku dan laksanakanlah shalat untuk mengingat Aku” (Q.S Thoha 20 ; 14).
Dalam dialog tersebut seorang hamba menyatakan ke Maha Esaan dan kebesaran Allah SWT, penyerahan diri secara total, permohonan perlindungan dan kebebasan dari segala mara bahaya dan kesengsaraan hidup serta memohon kebahagiaan dunia dan akhirat.
Dengan demikian menjadi jelaslah bagi setiap muslim bahwa shalat adalah kewajiban yang berisi pengulangan dan penyegaran keyakinan seorang muslim dalam meningkatkan keimannya dan nilai ketakwaan di sisi Allah SWT.
Shalat menurut bahasa berarti “doa” sedang shalat menurut syara’ (hokum agama) berarti beberapa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam disertai keikhlasan menurut rukun dan syarat yang ditetapkan.
2.      Bacaan dan kaifiat shalat

No
Tata cara
Bacaan
1
Bertakbir
Allahu Akbar (allah maha besar)
2
Membaca ta’awudz
Audzubillahiminasysyaithanirrajim (aku berlindung dari godaan setan yang terkutuk)
3
Membaca bismillah
Bismillahirrahmanirrahim (dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang)
4
Membaca al-Fatihah
Ayat 1-7
5
Membaca amin
Amin (kabulkanlah doa kami)
6
membaca tasbih ruku
Subhana rabbiyal azhiem (maha suci Allah yang amat mulia)
7
Membaca doa ruku
Sami’allahu liman hamidah (mudah-mudahan Allah mendengar orang yang memuji-Nya)
8
I’tidal
Rabbana lakalhamdu (hai tuhan kami, kepunyaan-Mu lah segala pujian)
9
sujud
Subhana rabbi’yal a’la (maha suci tuhanku yang amat tinggi)
10
Duduk diantara dua sujud
Rabighfirli (hai Tuhanku, ampunilah aku)
11
Tasyahud akhir
1.      Attahiyatulilahi washalatu wathaiyibat (sekalian bakti ucapan dan sekalian bakti badan, dan sekalian bakti harta itu layak kepada Allah)
2.      Assalamu’alaika ayuhanabiyu warahmatullahi wa barakathu (salam rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai nabi (Muhammad))
3.      Assalmu’alaina wa’ala ibadillahi shalihin (salam (keselamatan) semoga tetap bagi kami untuk hamba-hamba yang shaleh-shaleh)
4.      Asyhadu alla illaha illallah (aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah)
5.      Wa ashadu anna muhammadan rosullulah (aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)

12
salam
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakathu (keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kita semua)
..
3. hakikat shalat
1. Mensucikan hati dari segala dosa berupa penyakit-penyakit hati
2. mendidik perbuatan baik dan benar
3. mendekatkan diri dengan Allah
4. Makna Geraka Shalat dalam medis
No
Anjuran
Gerakan
Makna / manfaat
1
“jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah”
Mengangkat kedua tangan ke atas hingga sejajar dengan bahu
Pada saat mengangkat tangan sejajar bahu, maka otomatis kita membuka dada, memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan untuk dialirkan ke bagian otak pengatur keseimbangan tubuh, membuka mata dan telinga kita, sehingga keseimbangan tubuh terjaga
2
“Rukuklah dengan tenang (tumaninah)”
Meletakan kedua telapak tangan di atas lutut

1.      Merawat kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang (sebagai syaraf sentral manusia) beserta aliran darahnya.
2.      Memelihara kelenturan tuas system keringat yang terdapat di punggung, pinggang, paha, dan betis belakang.
3.      Memelihara kelenturan tulang leher, tengkuk, dan saluran syaraf memori
4.      Menjaga kelenturan syaraf memori dengan mengangkat kepala secara maksimal dengan mata menghadap ke tempat sujud.
3
“lalu bangun hingga engkau berdiri tegak”
Berdiri dari rukuk dengan mengangkat tangan.
Darah dari kepala akan turun ke bawah, sehingga bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Hal ini dapat menjaga keseimbangan tubuh dan berguna mencegah pingsan secara tiba-tiba.
4
“selepas itu, sujudlah dengan tenang”
Menempelkan wajah dan telapak tangan pada lantai.
1.      Dapat memaksimalkan aliran darah dan oksigen ke otak atau kepala, termasuk mata, telinga, leher dan pundak.
2.      Dapat membongkar sumbatan pembuluh darah di jantung, sehingga resiko terkena jantung koroner dapat diminimalisasi.
5
“duduklah diantara dua sujud”
Kedua belah kaki dan seluruh jari-jarinya ditekuk
1.      Dapat menyeimbangkan system elektrik dan syaraf keseimbangan tubuh
2.      Dapat memperbaiki dan menjaga keleturan saraf keperkasaan yang banyak terdapat pada bagian paha dalam, cekungan lutut, cekungan betis sampai ke ibu jari kaki (Kelenturan saraf keperkasaan ini dapat mencegah penyakit diabetes, sulit buang air kecil, prostat, dan hernia)
6
“lakukanlah tasyahud awal”
Duduk bersimpuh, kedua telapak kaki sama-sama dilipat, tumit berada disamping pinggang, dan pantat menempel di lantai.
1.      Urat saraf akan tertarik terutama pada pangkal paha sampai lutut, sehingga:
1.      Mencegah pengapuran,
2.      Mencegah sakit tenggorokan,
3.      Memurnikan kelenjar liur.
2.      Menghasilkan tenaga panas di telapak kaki atas, sehingga telapak kaki teraliri darah secara maksimal karena pembuluh darah balik ditekan/dikunci.
3.      Menjaga kelenturan saraf penopang tubuh dan keseimbangan tubuh.  
7
“lakukanlah tasyahud akhir ketika mengakhiri shalat dan lakukanlah sebelum salam”
Duduk bersila dengan tulang kering yang seperti mata pisau tapi tumpul diletakan dicekungan telapak kaki kiri dengan jempol kaki ditekuk.
1.      membongkar pengapuran pada cekungan kaki kiri
2.      saraf keseimbangan yang berhubungan dengan saraf mata akan terjaga sehingga konsentrasi akan meningkat.
8
“lakukanlah salam diakhir shalat”
Menggerakan leher dan wajah kearah kiri dan kanan secara bergantian
1.      Menarik urat leher untuk menjaga kelenturan urat leher.
2.      Menjaga urat leher dari kekakuan dan kekeringan, karena :
1.      Jika uraf saraf jantung yang kering, akan mengganggu fungsi jantung.
2.      Jika urat paru-paru kering, akan menyebabkan sakit paru-paru dan terhentinya aliran oksigen.
3.      Jika di leher banyak benjolan akan mengganggu kecerdasan, konsentrasi, dan keseimbangan tubuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar