Jumat, 08 April 2011

tugas kepribadian tentang fitrah


Nama : Leni Herlina
Kelas  : II B-Psikologi
Nim    : 1210 600 051

Fitrah manusia
1. makna fitrah :
Ø  Fitrah berarti suci (al-thuhr)
“setiap anak tidak dilahirkan kecuali dalam kondisi fitrah (suci). Maka kedua orangtuanya yang menjadikan yahudi, nasrani, majusi, atau musrik”
(HR. Al-buqhari dan Muslim dan Abu hurairah)
Ø  Fitrah berarti potensi ber-Islam
Fitrah berarti beragama Islam, tanpa ber-Islam berarti kehidupannya telah berpaling dari fitrah asal.
Ø  Fitrah berarti mengakui ke-es-an Allah (tauhid Allah)
Manusia lahir membawa potensi tauhid, atau paling tidak ia berkendrungan untuk mngesakan Allah dan berusaha secara terus mnerus untuk mncari dan mncapai ketauhidan itu.
·         Ketauhidan sesuai dengan fitrah manusia
“ dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mngambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman) “bukankah aku ini Tuhanmu?”, Mereka menjawab “Betul Engkau Tuhan Kami, kami bersaksi”. (kami lakukan yang demikian itu), agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, “sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini”. (al-araf : 172)
Ø  Fitrah berarti perasaan yang tulus dan Fitrah berarti sifat-sifat Allah SWT (Al-hijr: 29)
Manusia lahir dengan membawa sifat baik, diantara sifat itu yaitu ketulusan dan kemurnian dalm melakukan aktivitas.
Ø  Fitrah berarti ketetapan/takdir asal manusia mengenai kebahagiaan dan kesengsaraan
(Q.S al-syams: 7-10)



Fitrah adalah citra asli yang dinamis, yang terdapat pada sistem-sistem psikofisis manusia, dan dapat diaktualisasikan dalam bentuk tingkah laku, dan citra unik tersebut telah ada sejak awal penciptaannya.
 
 





2. Pembahasan :
Menurut Islam kepribadian manusia yaitu fitrah (kepribadian = fitrah). Dimana fitrah merupakan aspek psikofisis, berupa menganut ajaran, bertauhid,  berwatak baik, menerima struktur tubuh, dan mempunyai hati nurani. Fitrah lebih menunjuk pada nature (potensi dari lahir).
            Sejak lahir manusia telah menerima/memiliki fitrah diantaranya untuk beragama, dan memiliki kelakuan yang baik berupa tingkah laku dan ucapan yang lembut karena dimilikinya fitrah yang berupa sifat-sifat Allah yang tertanam dalam diri manusia (al-hijr: 29).
            Namun karena factor lingkungan yang mendominasi, maka munculah sikap yang berbeda-beda berupa tingkah baik dan tingkah jahat. Namun meskipun demikian manusia tidak akan jauh dari fitrah asalnya yang sering kita kenal sebagai hati nurani.  


Kepribadian yaitu sikap tulus dalam bertindak dan berucap yang tertanam dalam hati yang telah dimiliki seseorang sejak lahir, dan didominasi factor lingkungan sehingga sikap itu memiliki variasi namun tidak bisa lepas dari makna sikap sebelumnya.

 
 





Pertanyaan :
·         Jika lingkungan mempengaruhi, bagaimana dengan orang yang telah ditetapkan untuk jahat seperti dalam Q.S al-kahfi : 60-82, bisakah lingkungan mengubahnya menjadi baik??
·         Jika memang benar setiap manusia sudah memiliki ketetapan menjadi baik atau jahat seperti dalam surat al-kahfi, bisakah kita mengelak dari ketetapn itu dan menjadi baik?? Dan jika seperti itu benarkah factor lingkungan sangat mempengaruhi?? Dan sebenarnya factor apa saja kah yang mempengaruhi kepribadian itu sendiri??
Catatan Q.s al-kahfi: 60-82 :
seorang anak kecil yang tidak berdosa (dengan izin Allah) di bunuh oleh nabi khidir, pembunuhan ini disebabkan asal anak tersebut sebagai seorang yang sesat.

DAFTAR PUSTAKA:
MUJIB, ABDUL,2001, nuansa-nuansa PSIKOLOGI ISLAM, JAKARTA : PT raja grafindo persada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar