Jumat, 08 April 2011

resume psikologi islam semester 1



 




Kata pengantar


Mungkin pemahaman mengenai psikologi sudah menjadi hal yang tidak asing didengar bahkan sudah di ketahui oleh masyarakat umum, namun bagaimanakah dengan istilah “Psikologi islam”. Hanya mendengarnya saja sudah membuat kita bertanya-tanya apakah psikologi islam itu? Apakah teorinya sama dengan psikologi umum? Bagaimana dalam penerapannya?  Apa perbedaannya? Dan masih banyak lagi pertanyaan.
Dari hal itulah, sengaja penulis menyusun buku ini untuk lebih memahami “psikologi islam”  itu sendiri dan teori yang dibahas dalam psikologi islam.
Namun dalam kenyataannya, buku ini tidak berbeda dengan buku psikologi umum yang lainnya. Perbedaannya hanya terletak pada fungsi dan penerapan dari sisi agama yang lebih dominan.
Buku ini dibuat dari mulai pemahaman tentang manusia secara islam itu sendiri, struktur manusia sampai penyakit mental yang dialami manusia tentunya dalam perspektif islam.
Buku ini, selain memiliki pola dan pendekatan yang berbeda dengan karya psikologi umum, juga tedapat nuansa baru yang membantu manusia dalam memahami masalah dirinya, seperti kecerdasan Qalbiah dan pemahaman mendalam tentang motivasi jiwa.  
Manfaat yang signifikan semoga dapat ditumbuh kembangkan melalui buku ini


Bagian 1
STRATIFIKASI PSIKIS MANUSIA DAN ELEMEN-ELEMEN PSIKOLOGI DALAM AL-QURAN



S
tratifikasi manusia adalah perbedaan yang terdapat dalam diri manusia itu sendiri dan biasanya berupa tingkatan-tingkatan.
Stratifikasi manusia itu terdiri dari dua, yaitu: stratifikasi manusia secara jismiyah atau social dan startifikasi manusia secara nafsiyyah (al-nafsu, al-aql, dan al-qalb)

Hal-Hal yang Mempengaruhi Stratifikasi manusia
Hal yang mempengaruhi stratifikasi manusia yaitu, kapasitas fisik, psikis, intelektual dan spiritual yang berbeda-beda disetip individu, antara lain:
a.      Kelemahan fisik mewujud pada ketergantungan dengan unsure lain seperti mkanan, minuman, istirahat, pengobatan dan lainnya yang berujung pada kematian.
b.      Kelemahan dan keterbatasan psikis manusia mewujud dalam bentuk ketidak mampuan mengendalikan diri (tidak sabar), emosi, takut, terkejut, sedih.
c.       Kelemahan intelektual mewujud pada keterbatasan pengetahuan manusia atas realitas. Ada manusia yang mampu memilah-milah banyak masalah, tapi ada yang sangat terbatas.
d.      Keterbatasan kekuasaan spiritual mewujud dalam ketidak mampuan manusia mrmandang dimensi ghaib.

Tujuan manusia
manusia di dalam kehidupan memiliki tiga misi khusu, yaitu:
1.      Misi Utama
Misi utama manusia adalah beribadah kepada Allah SWT. Maka setiap gerak-geriknya harus searah dengan garis yang telah ditentukan.


2.      Misi Fungsional
Misi fungsional adalah sebagai khalifah di muka bumi ini. Ada beberapa potensi yang menyebabkan manusia sebagai satu-satunya mahluk yang ditunjuk sebagai khalifah. Diantaranya adalah:
a.      Tujuan penciptaannya
b.      Amanah yang diberikan
c.       Kesempurnaan bentuk (raga/jasmani)
d.      Potensi ilmu
e.      Hati/ al-qalb
f.        Nafsu
g.       Jiwa/ ruh

3.      Misi oprasional
Misi yang terakhir adalah misi operasional, yaitu manusia harus bias menjaga keindahan dan kesuburab juga kemakmuran dunia yang telah diberikan Allah dari awal penciptaannya.
Sifat Dasar Manusia
Walaupun distratifikasikan, manusia tetap memiliki sifat dasar, yaitu:
1.      Memiliki sifat biologis yang mempunyai cirri-ciri yang sama seperti makan, minum, kbutuhan seksual (al-basyar).
2.      Memiliki sifat jinak, tampak jelas pada kulitnya, juga potensi untuk memelihara dan melanggar aturan, sehingga ia dapat menjadi mahluk yang harmonis dan kacau (al-insan).
3.      Memiliki sifat ramah, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan (al-insan Al inas).
4.      Emiliki potensi jiwa, antara lain sebgai hamba Allah yang selalu berbuat baik sehingga menjadi penghuni surge , tetapip juga potensial menjadi pembangkang sehingga menjadi penghuni neraka (al-ins), manusia bersifat netral dan tergantung pada lingkungan.
5.      Mamiliki peluang pengembangan potensi untuk dapat menguasai alam (al-ins).
6.      Memiliki substansi psikis yang berasal dari Tuhan dan tidak dimiliki mahluk-mahluk lain.
7.      Memiliki sarana-sarana untuk mencari dan merumuskan ilmu pengetahuan
·         Al tabassur (mengamati)
·         Al-ta’aqqul (mamahami)
·         Al-tafakur (memikirkan)
·         Al-tamyiz (membedakan)
8.      Memiliki sifat dasar saling mencintai
9.      Memiliki safat dasar keinginan untuk beribadah/ kebutuhan ruhani, potensi fitrah keagamaan yaitu mengesakan Tuhan.
10.  Mahluk smawi-duniawi, yaitu mengesakan Tuhan, memiliki kebebasan (free will), terpercaya (amanah), memilki rasa tanggung jawab, memiliki kecenderungan ke arah kebaikan dan kejahatan.

Identitas Manusia
1.      Corpus (raga/ body)
2.      Animus (berasal dari bahasa Yunani Anemus yang beermakna sesuatu yang hidup (bernafas) yang ditiupkan dalam corpus, yang lebih identik disebut dengan psyche yang bermakna soul, jiwa dan nafs).
3.      Spiritus (spirit/ruh). Sedangakan sedikitnya ada tiga kelompok istilah yang digunakan Al-Quran dalam menjelaskan manusia secara totalitas.





Bagian 2
KOMPONEN-KOMPONEN PSIKOLOGI DALAM PERSPEKTIF ISLAM


Psikologi islam adalah pandangan, komentar, dan penilaian islam terhadap ilmu psikologi modern yang menggunakan aspek islam dan kajian Al-quran.
Double Brace: Struktur yaitu  “structura” yang artinya bangunan, dan “structus” yang berarti menyusun.Komponen psikologi merupakan konsep dan asumsi dasar pembentukan teori psikologi islam tentang manusia yang bersumber dari Al-Qur’an. Asumsi yang digunakan menggunakan empat elemen dasar yaitu :
1.      Teori tentang psikis jiwa manusia
2.      Teori tentang struktur motivasi
3.      Teori tentang struktur fungsi jiwa manusia
4.      Teori tentang struktur kebenaran dalam psikologi islam.

Struktur Psikis Jiwa Manusia Menurut Islam
Jean Peage menjelaskan ada tiga ciri strukur yaitu: keseluruhan, perubahan bentuk, dan mengatur diri sendiri.


Struktur memilik dua karakteristik khas yaitu,
1.   strukur merupakan rangkaian atau jaringan dari unsur-unsur, dengan kata lain unsur hanya dapat dipahami melalui keterkaitan antar unsur.
2. ada suatu kekuatan yang membentuk struktur.
Kedua karakter khas ini  dapat digunakan pada struktur fisik-material (jasad/tubuh manusia) maupun abstrak-immaterial (komposisi yang memperlihatkan keberadaan manusia)
Objek struktur adalah manusia. Dalam al-quran manusia memiliki banyak arti seperti insan, basyar dan bani Adam. kata basyarah memiliki arti “kulit” dan “penampakan sesuatu yang baik” . Sehingga  basyarah mempunyai makna “kedewasaan dalam kehidupan manusia, yang menjadikannnya mampu memikul suatu tanggung jawab (amanat)”.
Sedangkan kata insan memiliki arti “jinak, harmonis dan tampak”, sehingga menunjuk pada arti “manusia dengan seluruh totalitasnya yang terdiri dari Jiwa dan raga, psikis dan fisik.
Totalitas diri manusia mempunyai tiga aspek dan lima dimensi. Ketiga aspek ersebut adalah aspek jismiah, aspek nafsiyah, dan aspek ruhaniah. Dan kelima dimensi psikis manusia tersebut mencakup: al-nafsu, al-aql, al-qalb, al-ruh, dan al-fitrah. Dimensi al-nafsu, al-aql dan al-qalb berada pada aspek nafsiyah. Sedangkan dimensi al-ruh dan al-fitrah berada pada aspek ruhanniah. Keseluruhan aspek dan dimensi inilah kemudian membentuk suatu komposisi atau struktur sedemikian rupa sehingga terbentuk struktur atau komposisi psikis manusia.

Formulasi Struktur Psikis Manusia dengan Pendekatan Filsafat
Text Box: Objek struktur ialah “manusia”.
Manusia memiliki arti,
1. bashar (sifat kedewasaan manusia)
2. insan (totalitas manusia yaitu jiwa dan raga)
3. bani adam Al-Kindi, Ibnu Sina, al-Farabi, dan al-Ghazali merupakan tokoh-tokoh filosof Muslim yang telah banyak menguraikan tentang psikis manusia dalam filsafat.
Metode yang mereka lakukan yaitu metode tafsir dengan pendekatan filsafat dalam dua macam, yaitu,
1.   mentakwilkan teks agama dan hakikat syari’at sesuai pandangan filsafat,
2.   menjelaskan teks agama dan hakikat syari’at dengan pendapat dan teori-teori filsafat.
Objek landasan Para filosof muslim dalam membangun teori struktur psikis manusia yaitu surat an-nur ayat 35.

Al-Ghazali dan pemikirannya
al-Ghazali menafsirkan surat an-Nur ayat 35 dengan tingkatan-tingkatan kemampuan jiwa manusia dalam filsafat.
Pandangan-pandangan al-Ghazali terkait dengan struktur psikis manusia yaitu Pembagian jiwa (al-nafs) kepada tumbuh-tumbuhan, hewan , dan terakhir manusia.



























Text Box: “Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tertembus, yang didalamnya ada pelita besar. Pelita itu didalam kaca, (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak disebelah Timur dan tidak pula disebelah Barat, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya itu diatas cahaya (berlapis-lapis). Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah membuat perumpamaan-perumpaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
(an-nur : 35)Al-Ghazali menguraikan bahwa eksistensi manusia terdiri dari al-nafs, al-ruh dan al-jism.
Ø  Al-nafs adalah substansi yang berdiri sendiri dan tidak bertempat ditubuh (al-jism).
Ø  al-ruh adalah panas alami yang mengalir pada pembuluh-pembuluh darah, otot-otot dan syaraf-syaraf.
Ø  al-jism adalah sesuatu yang tersusun dari unsur-unsur materi.
Demikian juga dengan pembagian akal. Akal dibagi kepada al-‘aql al-nazari (akal teoretis), dan al-‘aql al-‘amali (akal praktis).
Double Bracket: Eksistensi manusia:
1. al-nafs
2. al-ruh
3. al-jism
Filosof muslim dan pemikirannya
Para filosof muslim menggunakan istilah lain dalam menjelaskan psikis manusia, istilah-istilah tersebut adalah al-ajsam, al-nufus, dan al-uqul.
Al-ajsam berada pada posisi yang rendah kemudian disusul oleh al-nufus, dan al-uqul.
Oval: Komposisi jiwa manusia:
1. jiwa tumbuhan
2. jiwa binatang
3.jiwa rasionalAl-ajsam dan al-uqul mempunyai sifat dasar yang berbeda dan bertentangan. Al-ajsam adalah substansi material yang bersifat pasif, sedangkan al-‘uqul merupakan substansi immaterial yang murni dan berhubungan dengan wujud-wujud abstrak.
Sedangkan persamaan antara al-nufus dengan al-‘uqul bahwa keduanya sama-sama immateri, bukan materi, serta keduanya sama-sama memiliki daya. persamaan dengan al-ajsam bahwa keduanya sama-sama memiliki keterikatan kepada sesuatu diluar dirinya dalam mengaktualisasikan daya-daya.
Pada diri manusia, substansi yang menjadi esensi merupakan representasi dari al-‘uqul dan al-ruh. Jiwa tumbuh-tumbuhan dan jiwa binatang mewakili al-nufus. Sedangkan tubuh atau badan merupakan representasi dari al-ajsam.
Jadi dapat dijelaskan bahwa esensi manusia sebagai representasi dari al-‘uqul dan al-‘aql. Karena al-‘aql tidak dapat berhubungan langsung dengan badan, maka ia memerlukan penghubung. Penghubung itu adalah jiwa tumbuhan dan jiwa binatang. Dengan demikian al-‘aql adalah jiwa rasional.

Jiwa tumbuh-tumbuhan adalah jiwa yang paling rendah. Jiwa ini mempunyai tiga daya yaitu daya makan, daya tumbuh, dan daya berkembang. Sedangkan jiwa binatang mempunyai dua daya yaitu daya penggerak dan daya menangkap. Daya penggerak terdiri atas daya pendorong dan daya berbuat. Pendorong merupakan kemauan, sedangkan daya berbuat adalah kemampuan.
Jiwa rasional dipandang sebagai ‘aql, maka daya teoritis dan praktis disebut juga dengan akal teoritis dan praktis.
Akal pada diri manusia memiliki empat tingkatan kemampuan yaitu:
1.      Akal Materi
Akal yang semata-mata mempunyai potensi untuk berfikir dan belum dilatih sedikitpun dan juga belum disentuh oleh pengetahuan apapun.

2.      Akal intelektual
kemampuan akal yang telah terlatih untuk berfikir tentang hal-hal yang abstrak dan telah memiliki kemampuan utuk mencapai pengetahuan yang tidak diusahakan.
3.      Akal actual
memperoleh pengetahuan yang menghasilkan pola berfikir intelek yang bersifat aktif.
4.      Akal perolehan
akal yang selalu hadir di dalamnya pengetahuan-pengetahuan.

Daya persepsi
Daya persepsi terdiri dari dua daya tangkap, yaitu daya tangkap luar dan daya tangkap dalam. Daya tangkap dari luar terdapat pada panca indera. Masing-masing panca indera menangkap informasi-informasi secara khusus dari luar. Tapi bukan alat-alat indera yang menangkap informasi-informasi tersebut tapi jiwa hewan atau binatang yang ada di dalam jiwa manusia.
Proses informasi
Sebagai konsekuensi logis bahwa anggota fisik tidak memiliki daya, tetapi hanya sebagai alat bagi daya jiwa. Informasi yang diterima oleh alat indera diteruskan kepada daya tangkap dari dalam untuk diproses, disimpan, dan direproduksi kembali jika diperlukan. Informasi tersebut akan melalui lima proses dalam lima tahapan dari persepsi dalam tersebut yaitu : indera bersama, representasi, estimasi, mengingat dan imajinasi. Indera bersama berfungsi menangkap segala apa yang diterima melalui panca indera, kemudian informasi tersebut disimpan oleh representasi. Sebagai contohnya, ketika seseorang melihat katak, maka gambar dan bentuk katak itu ditangkap oleh panca indera dan diproses oleh indera bersama utuk menemukan bentuknya. Kemudian bentuk itu disimpan oleh representasi. Sehingga orang dapat membayangkan bentuknya walaupun hanya dengan menutup mata.
Rounded Rectangle: Lima tahap presepsi informasi :
1. indera bersama
2. representasi
3. estimasi
4. mengingat
5. ImajinasiKemudian tingkatan ketiga adalah estimasi. Dalam tingkatan ini, proses yang dilakukan adalah proses abstrak. Dalam hal ini yang ditangkap bukan lagi bentuk atau gambar, tetapi makna sesuatu objek. Misalnya, ketika seseorang melihat anjing, maka yang ditangkap bukan hanya bentuk atau gambar anjing tersebut, tetapi maknanya, yaitu musuh yang harus dihindari. Pemaknaan disini tidak generalisasi terhadap semua anjing, tetapi pada anjing tertentu saja. Dapat dibedakan antara anjing sebagai musuh seperti anjig liar dengan anjing yang bukan musuh yaitu anjing peliharaan. Makna abstrak disini masih bersifat partikular, sehingga sangat tergantung pada situasi, kondisi, dan subjektifitas persepsi seseorang. Selanjutnya makna itu diteruskan pada daya mengingat untuk disimpan dan disusun.
Selanjutnya daya mengingat (daya rekoleksi) adalah daya yang menyimpan abstrak yang diterima oleh estimasi. Sedangkan daya tertingggi diterima dari seluruh tingkatan sebelumnya, dipisah-pisahkan dari segi perbedaannya dan dihubungkan dari segi persamaannya. Selanjutnya yang ditangkap bukan lagio makna abstrak yang melekat pada objek tertentu, tetapi sudah berada pada hal-hal abstrak yang terlepas dari materinya. Seluruh tingkatan daya pada daya tangkap dalam, memerlukan otak sebagai alat untuk memproses informasi-informasi tersebut. Indera bersama bertempat pada pangkal syaraf indera pada otak bagian depan, representasi yang dibelakangnya, masih pada bagian depan otak, estimasi bertempat lebih khusus pada rongga tengah otak terutama sebelah belakangnya, imajinasi pada rongga tengah otak sebelah depan, dan mengingat bertempat dibagian belakang otak. Karena daya-daya jasmani yang bekerja secara alamiah.






Bagian 3
PRINSIP DAN KONSEP DASAR PSIKOLOGI BARAT DALAM PERSPEKTIF ASPEK-ASPEK MANUSIA MENURUT AL-QURAN


A
spek manusia berdasarkan telaah ayat-ayat al-Quran bahwa diri manusia adalah satu keseluruhan yang utuh seperti jismiah (fisik), nafsiah (psikis), dan rohaniah (spiritual transendental).
Ada 3 aspek dan 6 dimensi diri manusia dalam pandangan alquran, ketiga spek tersebut yaitu: aspek jismiah (fisik,biologis), aspek nafsiah (psikis,psikologis), dan aspek rohaniah (spiritul, transedental).
1.      Aspek jismiah
Double Bracket: ”sesungguhnya kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”Aspek jismiah mencakup organ fisik dan biologis manusia. organ fisik bilogis manusia adalah organ fisik yang paling sempurna diantara semua makhluk.
aspek jismiah memiliki dua sifat dasar. Yang pertama berbentuk konkret  yaitu berupa anggota tubuh yang nampak,yang kedua berbentuk abstrak,yaitu berupa nyawa yang menjadi saran kehidupan tubuh yang nampak. aspek inilah ynag akan berinteraksi dengan aspek nafsiah dan aspek ruhaniah dalam manusia.
karakteristik aspek jismiah yaitu memiliki bentuk, rupa, kuantitas, bergerak, diam, tumbuh, berkembang, serta berjasad yang terdiri dari beberapa organ.
2.      Aspek nafsiah
Text Box: 3 aspek dan 6 dimensi manusia :
1. aspek jismiah (fisik)
2. aspek nafsiah (psikis, psikologis)
     1. dimensi al-nafsu
      2. dimensi al-aql
      3. fungsi konasi
3. aspek rohaniah (spiritual, tansedental)Aspek nafsiah yaitu berupa fikiran, persaan, kemauan, dan kebebasan. Aspek jismiah bersifat empiris konkret dan indrawi. aspek nafsiah memiliki 3 dimensi yaitu dimensi al-nafsu,al-aqlu,dan al-qolb.
Ø  Dimensi al-nafsu
Dimensi al-nafsu yaitu dimensi yang memilki sifat-sifat kebinatangan dalam sistem sikis manusia.
Ø  Dimensi al-Aql
Dimensi akal adalah dimensi psikis manusia dari aspek nafsiah yang berada diantara dua dimmensi yang berbeda dan berlawanan, kedua dimensi itu adalah dimensi nafsu dan dimensi kalbu.akal adalah fungsi pikiran.
Ø  Dimensi qalb
Dimensi Qolb yaitu  yang berperan dalam memberikan sifat kemanusiaan (insaniah).
fungsi Al-qolb yaitu,
1. fungsi kognisi (berfikir, memahami, mengetahui, memperhatikan, mengingat, dan melupakan),
2. fungsi emosi (senang, santun, kasar, takut, dan sombong)
3. fungsi konasi yang menimbulkan daya karsa seperti berusaha. 
3.      Aspek Ruhaniyah
Aspek ruhani adalah aspek psikis manusia yang bersifat spiritual dan transendental
rohani merupakan potensi luhur batin manusia. Potensi luhur itu merupakan sifat dasar dalam diri manusia yang berasal dari ruh. Bersifat transendental karena merupakan dimensi yang mengatur hubungan manusia dengan Allah.

Konsep Dasar Psikologi Barat Dalam Perspektif Aspek-aspek Manusia Menurut Al-Quran
Menurut al-Quran manusia terdiri dari tiga aspek yaitu aspek jismiah, nafsiah, dan ruhaniah. Sedangkan psikologi barat hanya membahas aspek jismiah dan nafsiah. Disini akan dibahas tentang konsep psikologi barat.
1.      Psikologi Fisioliologi
membahas tingkah laku manusia berdasarkan kajian terhadap sistem syaraf (otak dan sumsum tulang belakang) dan fungsi kelenjar manusia.
Text Box: Aspek manusia menurut islam :
1. aspek jismiah (fisik, biologis)
2. aspek nafsiah (psikis)
3. aspek rohaniah (spiritual)
Aspek manusia menurut barat :
1. aspek jismiah (biologis) yaitu:
  psikologi fisiologis (syaraf dan kelenjar)
  Behaviorism (lingkungan)
2. aspek nafsiah (psikis) yaitu:
  psikoanalisa (id, ego, dan super ego)
  humanistic (aktualisasi diri)
3. aspek ruhani
  transpersonal (spiritual)psokologi fisiologi adalah psikologi yang khusus membahas mengenai aspek jismiah manusia dari segi aspek fisik-biologisnya.
2.      Psikoanalisa
Psikoanalisa mendasar pada dimensi al-nafsu, yang merupakan salah asatu dimensi dalam aspek nafsiah. terdiri dari tiga sistem yaitu, id, ego, dan super ego.
Id adalah kebutuhan manusia yang paling mendasar seperti makan, minum, istiraht, atau rangsangan agresifitas dan seksualitas. Sedangkan ego Misalnya untuk memuaskan rasa haus, seseorang harus membedakan antara bayangan air dengan air yang sesungguhnya. Super ego merupakan nilai-nilai moral.
psikoanalisa memandang perilaku manusia banyak dipengaruhi oleh masa lalu, kesadaran, dan dorongan-dorongan biologis seperti hawa nafsu yang selalu menuntut kenikmatan untuk segera dipenuhi.
3.      Behaviorisme
behaviorisme tergolong kepada aspek jismiah dan tidak memiliki aspek nafsiah dan ruhaniah.
manusia adalah organisme yang berperasaan dan berfikir, namun dia tidak mencari penyebab tingkah laku itu pada jiwa, bahkan menolak alasan yang menjelaskan prilaku manusia dikendalikan oleh pikiran dan perasaan.
3. Psikologi Humanistik
manusia memiliki potensi yang baik. Psikologi ini memusatkan perhatiannya untuk menelaah kualitas insani, yakni sifat dan kemampuan khusus manusia yang melekat pada eksistensi manusia, seperti daya analisis, imajinasi, kreatifitas, kebebasan berkehendak, tanggung jawab, aktualisasi diri, makna hidup, pengembangan pribadi, rasa estetika dan lain-lain. kualitas ini  merupakan ciri khas manusia dan tidak dimiliki oleh binatang.
psikologi humanistik dalam pandangan aspek-aspek manusia menurut al-Qur’an adalah berada dalam wilayah aspek nafsiah.

4.      Psikologi Transpersonal
sasaran psikologi transpersonal, yaitu potensi luhur batin manusia dan fenomena kesadaran manusia.

Double Brace: Aspek manusia dalam psikologi barat :
1. psikologi fisioliologi
2. psikoanalisa
3. behaviorisme
4. psikologi humanistic
5. psikologi transpersonalPotensi luhur adalah potensi yang bersifat spiritual, sedangkan fenomena kesadaran manusia misalnya sajapengalaman seseorang melewati batas-batas kesadaran biasa.
psikologi transpersonal menaruh perhatian pada dimensi spiritual manusia yang ternyata mengandung berbagai potensi dan kemampuan luar biasa.
psikologi transpersonal dalam pandangan aspek-aspek manusia menurut al-Qura’an adalah berada dalam wilayah aspek ruhaniah.








Bagian 4
Ibadah sebagai Motivasi Utama dalam Berprilaku dan struktur kebutuhan manusia


m
otivasi adalah dorongan yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan.
motivasi merupakan dorongan yang menyebabkan seseorang melakukan tingkah laku. Dorongan itu dapat muncul dari tujuan dan kebutuhan.
motivasi yang muncul dari dalam diri disebut dengan motivasi intristik yang bersifat batin dan ada pula motivasi yang berasal dari luar diri seseorang, yang disebut dengan motivasi ekstrinsik. Motivasi yang datang dari luar diri ini bisa bersifat batin maupun materi. Motivasi yang bersifat batin contohnya adalah dorongan untuk memperoleh rasa penghormatan, pujian, kepuasan dan kenikmatan. Sedangkan motivasi yang bersifat fisik atau materi contohnya seperti dorongan untuk mendapatkan uang.
Berdasarkan sifatnya yang intrinsik, motivasi muncul sebagai akibat adanya tiga hal pokok yaitu : kebutuhan, pengetahuan, aspirasi dan cita-cita. Sementara itu, motivasi ekstrinsik muncul karena ada tiga hal pokok yaitu : ganjaran, hukuman, persaingan atau kompetensi
motivasi bermanfaat bagi manusia sebagai alat untuk menggerakan tingkah laku, mengarahkan tingkah laku, menjaga dan menopang tingkah laku. Kecuali itu, yang tak kalah pentingnya adalah bahwa motivasi itu mempunyai peranan dan fungsi yang besar bagi manusia yaitu sebagai berikut:
·         Menolong manusia untuk berbuat atau bertingkah laku
·         Menentukan arah perbuatan manusia
·         Menyeleksi perbuatan manusia.
ibadah merupakan tujuan dari perbuatan dan amal, dengan beribadah kita akan mendapatkan suatu ketenangan yang melahirkan sebuah dorongan dan keyakinan untuk berbuat, maka ibadah merupakan   motivasi utama dalam berprilaku.

Struktur Kebutuhan Manusia
tiga kelompok sifat-sifat kebutuhan manusia, yaitu : kebutuhan yang bersifat jismiah (fisik-biologis, primer), kebutuhan yang bersifat nafsiah (psikologis atau sosiologis, sekunder) dan kebutuhan yang bersifat ruhaniah (spiritual,meta-kebutuhan).
1.      Kebutuhan Jismiah
kebutuhan jismiah adalah seluruh kebutuhan yang bersifat fisik-biologis.
kebutuhan ini disebut dengan kebutuhan dasar atau primer. Diantaranya adalah kebutuhan sandang, pangan dan perumahan.


2.      Text Box: Manfaat motivasi:
Menggerakan, mengarahkan, menopang tingkah laku.

Kebutuhan manusia:
jismiah, nafsiah, rohanikebutuhan Nafsiah
kebutuhan nafsiah adalah sejumlah kebutuhan diri manusia yang bersifat psikis atau psikologis.
kebutuhan ini muncul dalam aspek nafsiah yang meliputi : dimensi al-nafsu,al-aql dan al-qalb.
kebutuhan nafsiah meliputi : kebutuhan rasa aman,tentram dan seksual dari dimensi al-nafs; kebutuhan penghargaan diri dari dimensi al-aql dan kebutuhan cinta dan kasih sayang dari dimensi al-qalb.
3.      kebutuhan Ruhaniah
      kebuthan ruhaniah merupakan kebutuhan tuhan yang bersifat spiritual.
      kebutuhan ini muncul dari aspek ruhaniah manusia yaitu dimensi al-ruh dan dimensi al-fitrah maka ada dua jenis kebutuhan aspek ruhaniah ini yaitu kebutuhan perwujudan diri (aktualisasi diri) dari dimensi al-ruh dan kebutuhan agama (ibadah) dari dimensi al-fitrah.

HUBUNGAN ALLAH-MANUSIA – ALAM
      hubungan antara ibadah dengan khalifah dapat diperjelas sebagai hubungan timbal balik dan hubungan keharusan. Timbal balik berarti bahwa al-ruh membutuhkan al-fitrah dan begitupun sebaliknya. Fitrah beragama itu disebabkan karena adanya dimensi al-ruh didalam jiwa manusia. Sedangkan hubungan keharusan berarti bahwa al-fitrah mengharuskan manusia beragama, sementara al-ruh mengharuskan manusia menjadi khalifah.

Susunan Struktur Dimensi Jiwa Manusia






                       





AL-FITRAH
AL-RUH
AL-QALB
AL-AQL
AL-NAFSU
AL-JISM















Bagian 5
Struktur motivasi dan fungsi psikis manusia


P
roses motivasi merupakan suatu lingkaran tak terputus yang di sebut lingkaran motivasi.
semua tingkah laku manusia berputar pada upaya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan.
Dorongan untuk memenuhi kebutuhan itu merupakan salah satu tampilan motivasi.
motivasi di rumuskan menjadi tiga, yaitu: Motivasi Jisimia, Motivasi Nafsiah, dan Motivasi ruhaniah.
1.      Motivasi Jisimiah
Motivasi Jisimiah adalah motivasi yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan fisik biologis, berupa makan, minum, pakaian dan lain-lain
2.      Motivasi Nafsiah
Motivasi Nafsiah adalah motivasi yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan yang bersifat psikologis, seperti rasa aman, seksual, penghargaan diri, rasa ingin tahu, rasa memiliki, rasa cinta dan lain-lain.
3.      Motivasi ruhaniah
Motivasi Ruhaniah adalah motivasi yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan yang bersifat spiritual, aktualisasi diri, agama dan lain-lain. Motivasi yang terakhir ini, yaitu motivasi spiritual.

Tiga Dimensi Fungsi Psikis Manusia: Kognisi, Afeksi, dan Psikomotor
1. Fungsi kognitif
Fungsi kognitif adalah fungsi psikis manusia di bidang kesadaran, pemikiran, pengetahuan, interpretasi, pemahaman, idea, dan kecerdasan yang bersifat individual.
Fungsi ini memancar dari daya (energy) masing-masing aspek dan dimensi psikis manusia yaitu aspek jismiah, aspek nafsiah, dan aspek ruhaniah serta fungsi al-qalb yang menjaga keseimbangan rohani dalam diri manusia.
fungsi kognitif menjadi kognitif ruhaniah, kognitif nafsiah, dan kognitif jismiah.
1.      Kognitif ruhaniah
Kognitif ruhaniah adalah fungsi psikis di bidang pengenalan yang diperoleh melalui daya-daya psikis berupa pengetahuan, pemahaman, kecerdasan, dan kesadaran dari aspek ruhaniah. Kognitif ruhaniah yaitu kognitif yang bersumber dari dimensi al-ruh dan kognitif yang bersumber dari dimensi al-fitrah.
2.      Kognitif nafsiah
Kognitif nafsiah adalah pengenalan yang diperoleh melalui daya dimensi-dimensi yang ada pada aspek nafsiah. Sejalan dengan dimensi-dimensi yagn ada pada aspek nafsiah ini, maka kognitif nafsiah ada tiga, yaitu kognitif qalbiah, kognitif aqliah dan kognitif naluriah.
·         Kognitif Qolbiah
Kognitif qolbiah adalah kemampuan pengenalan(kecerdasan) yang menggunakan daya qolb. Daya-daya qalb  untuk memperoleh pengetahuan melipu afidah (penghayatan), aql (barfikir), fiqh (memahami), ‘ilm (mengetahui), dabr (mencari makna), dan zikr (mengingat, menyadari).
Semua daya-daya itu menyebabkan qalb memiliki fungsi kognitif atau kecerdasan.
Kognitif qalbiah ini memiliki kekhususan berupa hadirnya kesadaran dan penghayatan dalam proses kognitif. Kemampuannya bukan hanya tertuju kepada pengenalan benar-salah, tetapi juga menjangkau pengenalan pada baik-buruk, sopan-santun, pantas-tidakpantas.
·         Kognitif Aqliah
Kognitif ‘aqliah adalah kemampuan jiwa untuk memperoleh pengetahuan melalui daya-daya akal.
kemampuan akal dapat dijelaskan daya-daya akal meliputi: tafakur (memikirkan), Tadabbur  (mencari makna dibalik realitas), ta’ammul  (merenungkan), istibsar (memperhatikan dengan cermat), nazar (meneliti berupa observasi dan eksperimen), dan lain-lain.
Daya-daya tersebut meliputi kemampuan persepsi-dalam (al-mudrikah min al-dakhil). Daya-daya ini merupakan daya psikis yang berfungsi bagi manusia untuk mengolah informasi untuk memperoleh pengetahuan.
·         Kognitif Naluriah
Kognitif naluriah adalah daya-daya jiwa untuk mengetahhui yang bersumber dari fungsi-fungsi dria. Pengetahuan yang di peroleh melalui alat-alat dria itu sesuai dengan fungsi masing-masing alat dria, misalnya: kulit (al-jild) sebagai alat peraba, hidung (al-anf) sebagai alat pencium, dan lain-lain.Semua daya itu merupakan alat-alat bagi jiwa manusia untuk memperoleh informasi dari dunia luar.
2. Fungsi afektif
Fungsi afektif adalah fungsi psikis untuk menentukan sikap atas dasar pertimbangan yang bersifat penilaian terhadap sesuatu.
Afektif adalah suatau pengalaman emosional, baik pengalaman yang menyenangkan maupun pengalaman yang tidak menyenangkan, dan fungsi afektif adalah fungsi psikis untuk menentukan sikap berdasarkan pertimbangan penilaian terhadap sesuatu.
tiga jenis fungsi afektif psikis manusia, yaitu afektif ruhaniah, afektif nafsiah, dan afektif jismiah.
·         Afektif ruhaniah
Afektif ruhaniah adalah fungsi penentuan sikap atas dasar pertimbangan keyakinan spiritual dan keyakinan agama
Afektif spiritual adalah pertimbangan-pertimbangan yang didasrkan kepada potensi spiritual yang merupakan hal-hal  yang berhubungan dengan proses aktualisasi potensi luhur batin manusia.
Pertimbangan dalam itu adalah pertimbangan berdasarkan nilai-nilai universal untuk kebaikan umat manusia, misalnya: mencintai sesama manusia, berbuat baik kepada sesama makhluk, dan lain-lain.
Afektif agamis adalah pertimbangan-pertimbangan berdasarkan keyakinan agama berupa sejumlah prinsip dan aturan yang ditetapkan oleh agama yang diyakini seseorang (ihsan).
Fungsi ihsan adalah mengatasi dan memadukan keseimbangan batin dengan keseimbangan Yang Maha Batin, yaitu Allah, hal ini dapat dicapai dengan cara merasakan kehadiran Allah dalam setiap tingkah laku dalam kehidupan.
·         afektif nafsiah
afektif nafsiah adalah penentuan sikap atas dasar pertimbangan logik, etik, dan manfaat.
tiga fungsi afektif nafsiah yaitu:


1.      afektif ‘aqliah
Afektif ‘aqaliah adalah penentuan sikap atas dasar pertimbangan rasional, yaitu pertimbangan logis, benar, salah, atau kepentingan. Suatu perbuatan kan di lakukan jika berdasarkan pertimbangan logis memiliki kebenaran atau mendukung kepentingan.
2.      afektif Qobiah
Afektif Qalbiah adalah penentuan sikap atas  dasar
pertimbangan baik dan buruk. Suatu perbuatan akan dilakukan, jika perbuatan itu mendatangkan kebaikan.






3.      afektif Naluriah.
Text Box: Motivasi : 
1. motivasi jismiah
2. motivasi nafsiah
3. motivasi ruhaniah

Fungsi psikis:
1. kognitif
2. afektif
3. amalanAfektif naluriah adalah penentuan sikap atas dasar pertimbangan keuntungan atau kerugian yang akan di peroleh jika melakukan suatu perbuatan.
·         Afektif jismiah
Afektif jismiah adalah penentuan sikap atas dasar kepentingan kebutuhan fisik-biologis, seperti: makan, minum, dan oksigen.
3. Fungsi Amalan
Fungsi amalan adalah tampilan daya-daya psikis dalam bentuk tingkah laku.
fungsi psikis manusia itu adalah mengarahkan tingkah laku kepada yang sesuai dengan kognisi, afeksi, dan kemauan. Tingkah laku yang demikian disebut dengan amalan.


Bagian 6
 JIWA MANUSIA DAN STRUKTUR KEBENARAN


Penentuan struktur kepribadian mengarah pada substansi manusia.
Para ahli membagi substansi manusia atas jasad dan ruh.
Masing-masing aspek ini saling membutuhkan. Jasad tanpa ruh merupakan substansi yang mati, dan ruh tanpa jasad tidak teraktualisasi.
Substansi Nafsani
Nafs dalam khazanah Islam dapat berarti jiwa (soul), nyawa, atau ruh. Nafs dalam hal ini yaitu komponen jasad dan ruh bergabung.
Substansi nafs memiliki potensi ghazirah (insting, naluri, tabiat, dan sifat bawaan). Maka jika sifat ghazirah ini dikaitkan dengan substansi jasad dan ruh maka dibagi menjadi, al-qalb (berhubungan dengan rasa dan emosi), al-aql (berhubungan dengan cipta atau kognisi), dan al-nafs (berhubungan karsa dan konasi).
·         Kalbu
Kalbu merupakan materi organic yang memiliki sistem kognisi yang berdaya emosi. Kalbu terdiri dari dua aspek yaitu kalbu jasmani dan kalbu ruhani. Kalbu jasmani adalah daging yang berbentuk seperti jantung pisang yang terletak di dalam dada sebelah kiri (biasa disebut jantung), sedangkan kalbu ruhani adalah sesuatu yang bersifat halus yang berhubungan dengan kalbu jasmani (esensi manusia).
Fungsi kalbu :
1.      Folded Corner: “Sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Apabila ia baik, maka semua tubuh menjadi baik, tetapi apabila ia rusak maka semua tubuh menjadi rusak pula. Ingatlah bahwa ia adalah kalbu” (H.R. al-bukhari).Fungsi emosi yang menimbulkan daya rasa.
2.      Fungsi kognisi yang menimbulkan daya cipta.
3.      Fungsi konasi yang menghasilkan daya cipta.
Dari sudut kondisinya, kalbu memiliki kondisi :
1.      Baik, yaitu kalbu yang hidup, sehat, dan mendapatkan kebahagiaan.
2.      Buruk, yaitu kalbu yang mati dan mendapatkan kesengsaraan
3.      Antara yang baik dan hidup, yaitu kalbu yang hidup namun berpenyakit.

·         Akal
Akal memiliki arti menahan, melarang, dan mencegah. Maka orang yang berakal yaitu orang yang mampu menahan dan mengikat hawa nafsunya.
Akal merupakan organ tubuh yang terletak di kepala (otak) yang memiliki cahaya nurani dan dipersiapkan untuk memperoleh pengetahuan dan kognisi. Akal juga diartikan sebagai energy yang mampu memperoleh, mengolah, dan mengeluarkan pengetahuan.
Fungsi akal :
1.      Berfungsi untuk berfikir.
2.      Menghantarkan eksistensi manusia pada tingkat kesadaran.
Mampu mencapai kebenaran.
 Nafsu
Nafsu adalah daya nafsani yang memiliki dua kekuatan, yaitu kekuatan al-ghadhabiyah dan al-syahwaniyah.
Al-ghadhah adalah suatu daya yang berpotensi untuk menghindari diri dari segala yang membahayakan, yaitu tingkah laku yang berusaha membela atau melindugi ego terhadap kesalahan, kecemasan, dan rasa malu, juga melindugi diri sendiri, memanfaatkan, dan merasionalisasikan perbuatan sendiri.
Double Brace: Qalbu terletak di
jantung


akal terletak
di
otakSedangkan al-syahwat adalah suatu daya yang berpotensi meginduksi diri dari segala yang menyenangkan (keinginan, birahi, hawa nafsu). Nafsu dikenal dengan konasi yaitu bereaksi, berbuat, berusaha, berkemauan, dan berkehendak.

Teori Jung
Pandangan Jung tentang manusia adalah bahwa ia menggabungkan teleologi dan kausalitas. Tingkah laku manusia ditentukan tidak hanya oleh sejarah individu dan rasi (kausalitas) tetapi juga oleh tujuan–tujuan dan aspirasi–aspirasi (teleologi). Baik masa lampau sebagai aktualitas maupun masa depan sebagai potensialitas sama–sama membimbing tingkah laku orang sekarang.
Jung tidak berbicara tentang kepribadian melainkan tentang psyche. Psyche ialah totalitas segala peristiwa psikis baik yang disadari maupun yang tidak disadari. Jadi, jiwa manusia terdiri dari dua alam, yaitu :
1.      Alam sadar (kesadaran)
Fungsinya sebagai penyesuaian terhadap dunia luar.
2.      Struktur kesadaran
Kesadaran mempunyai dua komponen pokok, yaitu fungsi jiwa dan sikap jiwa.

Struktur Kebenaran
Lima dimensi pada manusia yang memiliki potensi untuk mencari, menemukan, dan menerima kebenaran atau ilmu pengetahuan yaitu
1.      Al-jisim
Potensi al-jism berupa alat indra (sensori). Potensi ini berupa kemampuan untuk melihat, mendengar, mencium, dan merasa. Manusia menggunakan alat indera ini untuk memperoleh ilmu pengetahuan.
2.      Al-aql
Potensi akal berupa pemikiran rasional. Potensi ini digunakan dalam untuk memperoleh pengetahuan yang bersifat rasional (paham rasionalisme).
3.      Al-qalb
Dimensi qalb memiliki kemampuan rasional dan emosional. Kecerdasan emosional merupakan bagian terpenting dalam jiwa manusia yang  menentukan sukses atau menderitanya seseorang. orang yang paling mampu mengendalikan emosi dan menahan diri adalah orang yang paling tinggi kecerdasannya.
Dengan potensi qalb ini, manusia dapat mengetahui
Text Box:   Substansi nafsani, terdiri dari :
  QALBU
  AKAL
  NAFSU
Menurut teori jung,
Jiwa yaitu psyche (peristiwa psikis yang disadari maupun yang tidak disadari)


Struktur kebenaran :
1. Al-jism
2. Al-qalb
3. Al-aql
4. Al-ruh
5. Al-fitrahhal-hal yang pantas dan layak untuk dilakukan.
4.      Al-ruh
Potensi al-ruh berupa potensi spiritual. Potensi spiritual adalah keyakinan adanya Tuhan yang ditanamkan dalam diri manusia. Cirri utama orang yang memiliki kecerdasan spiritual adalah adanya keinginan untuk memberi kontribusi bagi umat manusia.
5.      Al-fitrah
Dengan potensi ini manusia memperoleh pengetahuan religious.
Pengetahuan religious adalah pengetahuan yang berhubungan dengan keyakinan dan agama (wahyu, hari kiamat, surge, neraka).












Bagian 7
Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam

K
esehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan dan gangguan mental baik berupa neurosis maupun psikosis (penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial).
enam indikator normalitas kejiwaaan seseorang, yaitu :
·         Pertama, Persepsi realita yang efisien.
·         Kedua, Mengenali diri sendiri
·         Ketiga, Kemampuan untuk mengendalikan perilaku secara sadar
·         Keempat, Harga diri dan penerimaan
·         Kelima, Kemampuan untuk membentuk ikatan kasih
·         Keenam, Produktivitas
Pola Kesehatan Mental
1.      Pola negatif : terhindar dari segala neurosis ( al amradh al ashabiyah) dan psikosis ( al amradh al dzihaniyah)
2.      Pola positif : kemampuan individu dalam penyesuaian terhadap diri sendiri dan terhadap lingkungan sosialnya.
Tanda-tandanya :
·         Kemapanan (sakinah): ketenangan dan rileks dari kecemasan, kesulitan, dan kehimpitan batin.
·         Memadai dalam kreativitas : mampu mengembangkan potensi diri
·         Menerima keberadaan diri dan orang lain
·         Mampu menjaga dan memelihara diri
·         Mampu berkorban dan menebus kesalahan yang diperbuat
·         Mampu membentuk hubungan sosial dilandasi saling percaya dan mengisi
·         Berkeinginan realistik, sehingga dapat diraih dengan baik
·         Memiliki kepuasan, kegembiraan dalam menyikapi nikmat yang diperoleh.
Tanda – tanda Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam
a.      Kemampuan (al-sakinah), ketenangan (al-thuma’ninah), dan rileks (al-rahab) batin dalam menjalankan kewajiban, baik kewajiban terhadap dirinya, masyarakat, maupun Tuhan.
b.      Memadahi (al-kifayah) dalam beraktivitas
c.       Menerima keberadaan dirinya dan keberadaan orang lain
d.      Adanya kemampuan untuk memelihara atau menjaga diri. Artinya, kesehatan mental seseorang ditandai dengan kemampuan untuk memilah-milah dan mempertimbangkan perbuatan yang akan dilakukan.
e.      Kemampuan untuk memikul tanggungjawab, baik tanggungjawab keluarga, sosial, maupun agama.
f.        Memiliki kemampuan untuk berkorban dan menebus kesalahan yang diperbuat
g.      Kemampuan individu untuk membentuk hubungan sosial yang baik yang dilandasi sikap saling percaya dan saling mengisi
h.      Memiliki keinginan yang realistik, sehingga dapat diraih secara baik. Keinginan yang baik adalah keinginan yang dapat mencapai keseimbangan dan kebahagiaan dunia dan akhirat
i.        Adanya rasa kepuasan, kegembiraan, dan kebahagiaan dalam mensikapi dan menerima nikmat yang diperoleh


Pola kesehatan mental :
1. pola negative
2. pola positif
 
 














Bagian 8
Metode – metode Dalam memelihara dan Menjaga Kesehatan Mental


M
ental yang sehat tidak akan mudah terganggu oleh Stressor (Penyebab terjadinya stres) orang yang memiliki mental sehat berarti mampu menahan diri dari tekanan-tekanan yang datang dari dirinya sendiri dan lingkungannya.
ciri-ciri orang yang memiliki kesehatan mental adalah memiliki kemampuan diri untuk bertahan dari tekanan-tekanan yang datang dari lingkungannya.
Tiga metode dalam memelihara kesehatan mental, yaitu :
1.      Metode Imaniah
Iman secara harfiah diartikan dengan rasa aman (al-aman) dan kepercayaan (alamanah).
Orang yang beriman berarti jiwanya merasa tenang dan sikapnya penuh keyakinan dalam menghadapi problem hidup
Keimanan yang direalisasikan secara benar akan membentuk kepribadian mukmin yang membentuk karakter diantaranya:
·         Karakter rabbani
Yaitu karakter yang mampu mentransinternalisasi (mengambil dan mengamalkan) sifat-sifat dan asma-asma Allah SWT.
·         Karakter malaki
Yaitu karakter yang mampu mentransiternalisasikan sifat-sifat malaikat yang agung dan mulia.
·         Karakter qurani
Yaitu karakter yang mampu mentransiternalisasikan nilai-nilai al-quran dalam tingkah laku nyata.
·         Karakter rasuli
Yaitu karakter yang mampu mentransiternalisasikan sifat-sifat rasul yang mulia.
·         Karakter yang berwawasan dan mementingkan masa depan (hari akhir).
·         Karakter takdir
Yaitu karakter yang menghendaki adanya penyerahan dan kepatuhan pada hukum-hukum, aturan, dan sunah-sunah Allah SWT.
2.      Metode Islamiah
Islam secara etimologi memiliki tiga makna, yaitu penyerahan dan ketundukan (al-silm), perdamaian dan keamanan (al-salm), dan keselamatan (al-salamah).
Realisasi metode Islam dapat membentuk kepribadian muslim (syakhshiyahal-muslim) yang mendorong seseorang untuk hidup bersih, suci dan dapat menyesuaikan diri dalam setiap kondisi
Kepribadian muslim menimbulkan lima karakter ideal, yaitu :
·         karakter syahadatain
karakter syahadatain yaitu karakter yang mampu menghilangkan dan membebaskan diri dari segala belenggu dan dominasi tuhan-tuhan temporal dan relatif, seperti materi dan hawa nafsu.
·         karakter  umushalli
karakter  umushalli, yaitu karakter yang mampu berkomunikasi dengan Allah (ilahi) dan dengan sesama manusia (insani). Komunikasi  ilahiah ditandai dengan takbir, sedang komunikasi insaniah ditandai dengan salam.
·         karakter muzakki
karakter muzakki, yaitu karakter yang berani mengorbankan hartanya untuk kebersihan dan kesucian jiwanya.
Karakter Muzakki menghendaki adanya pencarian harta secara halal dan mendistribusikannya dengan cara yang halal pula. Ia menuntut adanya produktifitas dan kreativitas.
·         karakter shaim
karakter shaim, yaitu  karakter yang mampu mengendalikan dan menahan nafsu-nafsu rendah dan liar. Diantara karakter shaim  adalah menahan makan, minum, hubungan seksual pada waktu, dan tempat dilarang.
·         karakter hajji
karakter hajji, yaitu karakter yang mau mengorbankan harta, waktu,bahkan  nyawa demi memenuhi panggilan Allah SWT.
3.      Metode Ihsaniah
Ihsan secara bahasa berarti baik. Orang yang baik (muhsin) adalah orang yang mengetahui akan hal-hal baik, mengaplikasikan dengan prosedur yang baik, dan dilakukan dengan niatan baik pula.
Metode ini apabila dilakukan dengan benar akan membentuk kepribadian muhsin (syakhshiyah al-muhsin) yang dapat ditempuh melalui beberapa tahapan, yaitu :
·         tahapan permulaan (al-bidayah)
Tahapan ini disebut juga tahapan takhalli.
Takhalli adalah mengosongkan diri dari segala sifat-sifat kotor , tercela, dan maksiat.
·            tahapan kesungguhan dalam menempuh kebaikan (al-mujahadat)
Pada tahapan ini kepribadian seseorang telah bersih dari sifat-sifat tercela dan maksiat, kemudian ia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengisi diri dengan tingkah laku yang baik.
Tahapan ini disebut juga tahalli.
·         tahapan merasakan (al-muziqat).
Pada tahapan ini, seorang hamba tidak sekadar menjalankan perintah Khaliknya dan menjauhi larangan-Nya, namun ia merasa kelezatan, kedekatan, kerinduan, dengan-Nya.
Tahapan ini disebut Tajalli.
Tajalli adalah menampakkannya sifat-sifat Allah SWT pada diri manusia setelah sifat-sifat buruknya dihilangkan dan tabir yang menghalangi menjadi sirna.


Bagian 9
Kesehatan Mental Solusi Pengembangan Kecerdasan Qalbiah


K
ecerdasan qalbiyah merupakan akibat dari kesehatan mental seseorang yang tidak sekedar hadir begitu saja, namun memerlukan proses dinamika seiring dengan perjalanan hidup seseorang itu sendiri. Dalam kecerdasan qalbiyah ditekankan pemanfaatan potensi manusia secara integral dalam hubungannya dengan pengembangan kepribadian.
Hal ini haruslah disertai prinsip yang berguna dalam upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan mental serta pencegahan terhadap gangguan-gangguan mental.
Prinsip-prinsip qalbiah yaitu :
a.      Prinsip yang didasarkan atas sifat manusia, meliputi:
·         Kesehatan dan penyesuaian mental memerlukan atau bagian yang tidak terlepas dari kesehatan fisik dan integritas organism.
·         Untuk memelihara kesehatan mental dan penyesuaian yang baik, perilaku manusia harus sesuai dengan sifat manusia sebagai pribadi yang bermoral, intelektual, relegius, emosional dan sosial.
·         Kesehatan dan penyesuaian mental memerlukan integrasi dan pengendalian diri, yang meliputi pengendalian pemikiran, imajinasi, hasrat, emosi dan perilaku.
·         Dalam pencapaian dan khususnya memelihara kesehatan dan penyesuaian mental, memperluas pengetahuan tentang diri sendiri merupakan suatu keharusan
·         Kesehatan mental memerlukan konsep diri yang sehat, yang meliputi: penerimaan diri dan usaha yang realistis terhadap status atau harga dirinya sendiri
·         Pemahaman diri dan penerimaan diri harus ditingkatkan terus menerus memperjuangkan untuk peningkatan diri dan realisasi diri jika kesehatan dan penyesuaian mental hendak dicapai.
·         Stabilitas mental dan penyesuaian yang baik memerlukan pengembanagn terus-menerus dalam diri seseorang mengenai kebaikan moral yang tertinggi, yaitu: hokum, kebijaksanaan ketabahan, keteguhan hati, penolakan diri, kerendahan hati, dan moral
·         Mencapai dan memelihara kesehatan dan penyesuaian mental tergantung kepada penanaman dan perkembangan kebiasaan yang baik
·         Stabilitas dan penyesuaian mental menuntut kemampuan adaptasi, kapasitas untuk mengubah meliputi mengubah situasi dan mengubah kepribadian.
·         Kesehatan dan penyesuaian mental memerlukan perjuangan yang terus-menerus untuk kematangan dalam pemikiran, keputusan, emosionalitas dan perilaku
·         Kesehatan dan penyesuaian mental memerlukan belajar mengatasi secara efektif dan secara sehat terhadap konflik mental dan kegagalan dan ketegangan yang ditimbulkannya.
b.      Prinsip yang didasarkan atas hubungan manusia dengan lingkungannya, meliputi:
·         Kesehatan dan penyesuaian mental tergantung kepada hubungan interpersonal yang sehat, khususnya di dalam kehidupan kluarga
·         Penyesuaian yang baik dan kedamaian pikiran tergantung kepada kecukupan dalam kepuasan kerja
·         Kesehatan dan penyesuaian mental tanpa distorsi dan objektif.
c.          Prinsip yang didasarkan atas hubungan manusia dengan Tuhan, meliputi:
·         Stabilitas mental memerlukan seseorang mengembangkan kesedaran atas realitas terbesar daripada dirinya yang menjadi tempat bergantung kepada setiap tindakan yang fundamental
·         Kesehatan mental dan ketenagan hati memerlukan hubungan yang konstan antara manusia dengan Tuhannya.
Jenis kecerdasan Qalbiah

1. Kecerdasan intelektual
Kecerdasan intelektual adalah kecerdasan yang berhubungan dengan proses kognitif seperti berpikir, daya menghubungkan dan menilai atau mempertimbangkan sesuatu.
Kecerdasan intelektual, diantaranya :
a.      Mudah dalam menggunakan bilangan.
b.      Baik dalam ingatan
c.       Mudah menangkap percakapan
d.      Tajam penglihatan
e.      Mudah menarik kesimpulan
f.        Cepat mengamati
g.      Dapat memecahkan masalah.
2. kecerdasan emosi
Emosi merupakan perasaan dan pikiran-pikiran yang didasarkan pada pengalaman yang disadari.
Kecerdasan emosional merupakan hasil kerja dari otak kanan, sedangkan kecerdasan intelektual merupakan hasil kerja otak kiri.
Kendala yang menghalangi kecerdasan emosi, yaitu :
a.      Rasa malu
b.      Tidak bisa mengekspresikan perasaan
c.       Terlalu emosional
d.      Perasaan yang mendua
e.      Frustasi
f.        Tidak memiliki motivasi diri
g.      Sulit berempati
h.      Sulit berteman.
3. kecerdasan moral
Text Box: QALBIAH
[KECERDASAN QALBIAH :
1. KECERDASAN INTELEKTUAL
2. KECERDASAN EMOSI
3. KECERDASAN MORAL
4. KECERDASAN SPIRITUAL
5. KECERDASAN BERAGAMA]Kecerdasan moral tidak dapat dicapai dengan cara menghapal, namun dengan pengalaman dan interaksi dengan lingkungan luar.
Kecerdasan moral, diantaranya:
a.      Sikap sopan
b.      Sikap penuh kasih saying
c.       Adanya atensi
d.      Tidak sombong
e.      Tidak angkuh
f.        Tidak egois
g.      Peduli
4. kecerdasan spiritual
Kecerdasan kalbu yang berhubungan dengan kualitas batin seseorang.
5. kecerdasan beragama
Kecerdasan yang berhubungan kualitas beragama dan bertuhan.
Kecerdasan ini mengarahkan seseorang berperilaku secara benar, yang menghasilkan ketakwaan, keimanan dan keihsanan.















Double Bracket: “Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka berakal atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada”
(Q.S al-hajj: 46)
 ((((m







Bagian 10
SAKIT MENTAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM


S
akit mental adalah sakit yang tampak dalm bentuk perilaku dan fungsi psikis yang tidak stabil
Sakit mental juga bisa dikatakan sakit dengan menampilkan gejala perilaku yang tidak lazim menurut nilai-nilai dan ketentuan agama Islam.
Macam-macam sakit mental
1.      Menyekutukan Allah
Menyekutukan Allah atau yang di sebut dengan Syirik adalah kepercayaan, sikap dan perilaku mendua atau lebih masalah fundamental dalam kehidupan.
2.      Pengingkaran
Pengingkaran adalah sikap dan perilaku tertutup dan mengingkari terhadap sesuatu yang sebenarnya.
3.      Bermuka dua
Bermuka dua adalah yang dipandang baik oleh orang lain padahal tersembunyi keburukan, kebusukan dan kebobrokan, seperti:
1.   Menipu diri dan orang lain
2.   Pembuat dosa ( perbuatan keji dan munkar)
3.   Suka dusta
4.   Menyembunyikan kejelekan
4.      Riya’
Riya’ Melakukan perbuatan untuk pamrih, pamer, cari muka kepada orang lain.
5.      Rasa Benci
Berbagai watak tertentu dan  kebiasaaan-kebiasaan yang tidak dikehendaki akan melemahkan ikatan cinta, bahkan memutaskan hubungan yang baik.
Individu yang berwatak keras tidak mampu memelihara cinta orang lain.
Watak buruk menghancurkan dasar  kebahagiaan dan menghilangkan watak manusia yang sesungguhnya.
6.      Amarah
Menunjukan tingkat kelabilan emosi, karena tidak mampu mengendalikan amarah, kesadaran nurani terhalang, cenderung ingin menjatuhkan orang lain, seperti propokasi, permusuhan dan perusakan.
7.      Lupa
Lupa  adalah gejala hilangnya atau tidak memperhatiakn  sesuatu  yang semestinya  menjadi bagian dari dirinya.
8.      Mengikuti Bisikan Setan Yang Mengajak Berbuat Maksiat Dan Dosa
1.      Buruk sangka
2.      Gemerlap dunia
3.      Keinginan pada harta dan jabatan
4.      Bangga diri ( pengetahuan,kemampuan, dan kepemilikan)
5.      Menipu diri sendiri dan orang lain
6.      Putus asa (Pesimis)
Pesimisme atau yang disebut dengan putus asa adalah kehilangan gairah dan semangat, sinergi dan motivasi hidup sudah tidak mencapai suatau keinginan.
7.      Dusta
Dusta adalah salah satu  sifat yang paling buruk. Lidah menerjemahkan perasasn-perasaan batin manusia keluar, oleh karena itu jika dusta ini berangkat dari benci dan dengki  maka ini merupakan salah satu tanda dri bahaya.
8.      Kemunafikan
Kemunafikan adalah wabah penyakit yang berbahaya  yang meengancam kemuliaan dan martabat manusia, ia mengrahkan kepada sift-sifat yang bertanggung jawab dan rendah, menggantikan kepercyaan diri dengan prasangka , pesimisme dan kegelisahan.
9.      Fitnah
Fitnah merupakan dosa yang besar karena memmfitnah  melanggar perintah-perintah Illahi dan melanggar hak-hak orang lain  dan tidak mengindahkan perintah-pertintah sang pencipta. 
10.  Dengki
merasa sedih dan menyesal, dan menginginkan semuaorang hidup dalam kesengsaraan dan penderitaan seraya berencana untuk merampas kebahagiaan mereka ( yang berhasil)”
11.  Sifat Sombong
Rohani orang yang sombong terbakar dalam kobaran api pesimisme dan prasangka, sehingga ia merasa  setiap orang akan merugiakasnnya.
12.  Permusuhan Dan Kebencian
Kebencian dan permusuhan merupakan penyebab perselisihan dan pertentangan.marah menghilangkan kegelisahan dan keresahan emosi
13.  Melanggar janji
Pelanggaran sumpah dianggap sebagai penolakan terhadap tentang peraturan-peraturan dan martabat harga diri. Pelanggran sumpah menjatuhkan martabat.
14.  Khianat
khianat meenjadikanruh manusia suram dan kasih sayangnya kepada kerugian dan kesesatan total.
15.  Sifat kikir
Ada satu sifat yang bisa menghancurkan akar-akar kasih saying , yang bersembunyi di bawah sadar mannusia. Sifat ini di kenal dengan kikir. Kikir adalah sifat jahat yang menyusup ke dalam akhlakdan rohani. Kikir juga mengarahkan orang menjadi berpikiran sempit. Juga menjerumuskan manusia kepada kehinaan dan kebencian masyarakat.
16.  Sifat tamak
Orang  yang tamak tidakl pernah puas.
Orang yang tamak menghadapi tujuh masalah sulit:
1.      Khawatir, yang mengganggu tubuhnya dan merugikannya
2.      Kemurahan (depresi) yang tiada akhir
3.      Kepayahan, kematian adalah satu-satunya pelarian baginya dan dengan pelarian itu orang tamak akan lebih kepayahan.
4.      Ketakutan yang selalu mengganggu kehidupannya
5.      Kesedihan yang selalu membayangi hidupnya
6.      Pengadilan yang tidak menyelamnatkan dari siksa Allah kecuali bila Allah nengampuninya.
7.      Hukuman yang darintyya tidak ada tempat berlindung dan menghindar.























Daftar pustaka


1.      Baharudin. 2007. Paradigma Psikologi Islami. Yogyakarta: Pustaka Belajar
2.      M. Quraishihab. 1996. Wawasan al-Quran, tafsir maudhu‘i atas berbagai persoalan umat. Bandung: mizan 
3.      Sapuri, Rafy. 2009 Psikologi Islam. Jakarta: Raja Grapindo
4.      Langgulung , Hasan. 1986. Teori-teori Kesehatan Mental. Jakarta: Al-Husna
5.      1989. Manusia dan Pendidikan, suatu Analisis Psikologis dan Pendidikan. Jakarta : Al-Husna
6.      1988. Asas-asas Pendidikan Islam. Jakarta: Al-Husna, cetakan II
7.      Kartono,Dr.Kartini. 1997. Gangguan-Gangguan Kejiwaan. Jakarta: Rajawali.
8.      Kartono,Dr.Kartini. 1978. Pikologi Abnormal dan Patologi Seks. Bandung: Rajawali
9.      Mujib abdul. 2001. Nuansa-nuansa PSIKOLOGI ISLAM. PT RajaGrafindo Persada: jakarta









1 komentar:

  1. trimaksih postingannya, sangat membantu aku dalam mengerjakan tugas :-)

    BalasHapus