Jumat, 08 April 2011

implikasi Aqidah Tauhid Dalam Peningkatan Kehidupan Masyarakat


Tugas 2 (smester 1)
Nama : leni herlina
Kelas : 1 B-psikologi
Nim : 1210 600 051

implikasi Aqidah Tauhid Dalam Peningkatan Kehidupan Masyarakat

Aqidah tauhid merupakan dasar keyakinan seorang muslim yang berfungsi sebagai syarat diterimanya ibadah kepada Allah SWT. Dalam Islam, syarat diterimanya ibadah kepada Allah ada 3, yaitu:
1. Mabda (dasarnya) adalah aqidah tauhid
2. Manhaj (metodenya) adalah syariat Nabi Muhammad
3. Ghoyah (tujuannya) adalah mendapatkan ridlo Allah di dunia dan di akhirat
Aqidah tauhid sebagai syarat diterimanya ibadah berarti walaupun metode dan tujuannya benar tetapi tidak dilandasi aqidah tauhid maka ibadahnya sia-sia.
Aqidah kita ialah,
1. Iman kepada Allah,
2. Iman kepada para Malaikat-Nya,
3. Iman kepada Kitab-kitab-Nya,
4. Iman kepada Rasul-rasul-Nya,
5. Iman kepada hari akhirat,
6. Iman kepada qadar baik dan buruk.
Status Hukum dan Realisasi Pengabdian Hanya
kepada Allah, dipahamkan sebagai berikut ;
  1. Islam tidak mengenal adanyapengabdian benda”.
Pengabdian kepada benda apapun selain Allah merupakan suatu sikap yang munafik dan syirik (musyrik). Konsekuensinya seorang muslim dituntut semata-mata mengabdi (menyembah) hanya kepada Allah saja, tidak pada yang lain.
  1. Seluruh Rasul membawa Misi Proklamasi Tauhid, atau disebutkan juga menanamkan “paradigma tauhid” – Laa ilaaha illa Allah – sebagai satu misi risalah.
3.      Konsepsi Tauhid atau ajaran Monotheisme dalam Islam disebut suatu konsepsi tertinggi dalam ajaran ke-Tuhanan (The Highest conception of Godhead). Ajaran ini dengan sendirinya menolak setiap bentuk ideologi dan falsafah diluar konsepsi tauhdid tersebut.
4.      Konsepsi Tauhid Uluhiyah harus konsisten terhadap hukum wahyu dalam gagasan keyakinan dan pelaksanaannya. Tanpa konsistensi keyakinan ini secara gagasan maupun gerak akan dinyatakan sebagaisyirik (musyrik).
  1. Realisasi dari tauhid uluhiyah ini adalah pengabdian (ibadah) hanya kepada Allah,semata-mata dapat terwujud dalam dan kepada diakuinya lembaga.

Manfaat Tauhid

Jika tauhid yang murni terealisasi dalam hidup seseorang, baik secara pribadi maupun jama'ah, niscaya akan menghasilkan buah yang amat manis. Di antara buah yang didapat adalah:

1.      Memerdekakan manusia dari perbudakan serta tunduk kepada selain Allah, baik benda-benda atau makhluk lainnya

Tauhid memerdekakan manusia dari segala perbudakan dan penghambaan kecuali kepada Tuhan yang menciptakan dan membuat dirinya dalam bentuk yang sempurna. Memerdekakan hati dari tunduk, menyerah dan menghinakan diri. Memerdekakan hidup dari kekuasaan para Fir'aun, pendeta dan dukun yang menuhankan diri atas hamba-hamba Allah

2.      Membentuk kepribadian yang kokoh

Tauhid membantu dalam pembentukan kepribadian yang kokoh. Ia menjadikan hidup dan pengalaman seorang ahli tauhid begitu istimewa. Arah hidupnya jelas, tidak mempercayai Tuhan kecuali hanya kepada Allah. Kepada-Nya ia menghadap, baik dalam kesendirian atau ditengah keramaian orang. Ia berdo'a kepadaNya dalam keadaan sempit atau lapang.
"Hai kedua penghuni penjara, manakah yang lebih baik tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Mahaesa lagi Mahaperkasa?" (Yusuf: 39)

3.      Tauhid sumber keamanan manusia

Sebab tauhid memenuhi hati para ahlinya dengan keamanan dan ketenangan. Tidak ada rasa takut kecuali kepada Allah. Tauhid menutup rapat celah-celah kekhawatiran terhadap rizki, jiwa dan keluarga. Ketakutan terhadap manusia, jin, kematian dan lainnya menjadi sirna. Seorang mukmin yang mengesakan Allah hanya takut kepada satu, yaitu Allah. Karena itu, ia merasa aman ketika manusia ketakutan, serta merasa tenang ketika mereka kalut. Hal itu diisyaratkan oleh Al-Qur'an dalam firmanNya:
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik) mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Al-An'am: 82)

4.      Tauhid sumber kekuatan jiwa

Tauhid memberikan kekuatan jiwa kepada pemiliknya, karena jiwanya penuh harap kepada Allah, percaya dan tawakkal kepadaNya, ridha atas qadar (ketentuan)Nya, sabar atas musibahNya, serta sama sekali tak mengharap sesuatu kepada makhluk. Ia hanya menghadap dan meminta kepadaNya. Jiwanya kokoh seperti gunung. Bila datang musibah ia segera mengharap kepada Allah agar dibebaskan darinya. Ia tidak meminta kepada orang-orang mati. Syi'ar dan semboyannya adalah sabda Rasulullah:
"Bila kamu meminta maka mintalah kepada Allah. Dan bila kamu memohon pertolongan maka mohonlah pertolongan kepada Allah." (HR. At-Tirmidzi)




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar